cerita inspirasi

Nama        : etri mardaningsih NRP        : B04100011     Laskar        : 21                Dulu pada waktu aku masih SMP, saat pulang dari sekolah aku menemukan seekor kucing di jalan, kucing itu sangat kurus kotor dan bulunya tidak teratur. Aku jijik sekali melihatnya.  Tanpa mempedulikan keadaannya aku tetap berjalan. Tiba-tiba dari belakang kedengaran suara kucing mengeong, ternyata dia mengikutiku. Aku mengusirnya tapi dia tidak mau pergi. Dia terus berjalan mengikutiku sampai di rumah. Aku inginsekali menendangnya, tapi tiba-tiba terdengar suara ibu melarangku. Ibu membawa kucing itu ke dapur  dan memberinya makan, lalu kucing itu melahapnya dengan cepat. Kelihatannya dia sangat lapar sekali. Lalu ibu menyuruhku untuk merawatnya. Awalnya aku tidak mau tapi ibu terus memaksaku. Dan mengancam kalau tidak akan mendapat uang jajan.akhirnya dengan terpaksa aku mengiyakan. Perlahan-lahan kucing itu tumbuh menjadi kucing lucu, gemuk, dan menggemaskan. Akupun mulai menyayangi kucing itu. Dan pada suatu hari, entah mengapa teman-temanku menjauhiku. Mereka tidak mau bicara dan kelihatannya ingin marah-marah, aku bertanya apa salahku, tapi mereka tidak menjawab, hanya tanggapan sinislah yang ku dapati. Aku pulang sambil menangis. Aku mencari ibu tapi beliau tidak ada di rumah. Akhirnya aku duduk sendirian di tepi pintu. Tiba-tiba kucingku datang sambil mengeluskan badannya ke kaki ku. Lalu ia berlari-larian sambil bermain bola, memainkan pita yang di gantung. Dia sangat lucu sekali. Aku pun tidak bisa menahan tawa. Akhirnya aku sadari saat semua orang menjauhiku hanya kucing yang ku benci dululah yang mau menghiburku.

Nama        : etri mardaningsih  NRP        :  B04100011      Laskar        : 21            Ada seorang bapak, ia bekerja sebagai petani. Penghasilanya hanya cukup buat makan sehari-hari.     Pada suatu hari ketika ia pulang dari kerja dengan membawa satu liter beras, ia bertemu dengan seorang ibu yang mengendong anank. Anak itu menangis. Si bapak itu bertanya mengapa anak itu menangis, ternyata karena belum makan dari kemaren. Bapak sangat kasihan melihatnya ia hendak memberikan beras, tapi ia ingat kalau ia memberikannya maka malam keluarganya tidak akan makan.     Tapi ia berpikir lagi kalau keluarganya baru tadi malam tidak makan, tapi ibu ini sudah satu hari. Akhirnya si bapak memberikan beras itu kepada ibu, setiba di rumah istribya bertanya  mana beras untuk malam ini, lalu si bapak menceritakan apa yang di alaminya, istrinyapun mengiklaskan saja.      Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, ternyata itu adalah bapak rt. Ia ingin memberikan beras sedekah dan juga beberapa kebutuhan lain seperti mie dan telur. Akhirnya keluarga si bapak bisa makan malam itu. Dari sini kita bisa pelajari kalau sesuatu yang kita berikan hasilnya akan kita terima kembali.

Posted in Uncategorized | Leave a comment